Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Melakukan Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Tim Pengelola Website   
Senin, 09 November 2015 00:00

guide1Mengingat Kabupaten Buton telah 3 tahun berturut-turut melaksanakan event berskala internasional, sehingga kebutuhan pemandu wisata sangat diperlukan. Di Kabupaten Buton telah berdiri sebuah lembaga pemandu wisata yang legal dan dalam jangka waktu tersebut lembaga pemandu wisata telah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton pada setiap event yang berskala internasional.

 

Dinas Pariwisata Kabupaten Buton merencanakan akan terus mengadakan pelatihan yang terkait pemberdayaan pemandu wisata sehingga kedepannya Kabupaten Buton akan memiliki lebih banyak pemandu wisata yang berkompeten dan terlatih, sehingga pada saat melaksanakan tugasnya nanti bisa lebih professional, selain itu dengan pelatihan tersebut para pemandu wisata dapat lebih menguasai spot wisata dan budaya yang berada di Kabupaten Buton.                                                                                                                                                                                                  

guide3Dinas Pariwisata Kabupaten Buton selama 3 hari, tanggal 6 s/d 8 November 2015 mengadakan Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu. Pesertanya berasal dari Kelurahan/Desa diwilayah Kabupaten Buton. Terdapat para pemandu wisata senior dimana para senior yang telah bergabung dengan Buton Guide Community yang telah beberapa kali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buton pada setiap event internasional. Selain peserta senior, terdapat pula peserta pemandu wisata muda yang rata-rata masih duduk dibangku SMA. Dalam pelatihan ini Dinas Pariwisata Kabupaten Buton bekerjasama dengan IEP (Individual Education Plan) yang berasal dari Australia, Mr. David Edward dan Mrs. Eryl.

 guide2

Hari pertama, tanggal 6 November 2015 dimulai pada pukul 8.00 wita melakukan regestrasi Kelengkapan Peserta. Acara pembukaan dibuka oleh Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, kemudian siang harinya dilakukan Orientasi Pelatihan Perkenalan, dan Penjelasan Materi Pelatihan. Pada hari pertama, peserta pelatihan lebih banyak diberikan materi tentang guide, kinerja guide, dan item-item yang berhubungan dengan peningkatan kualitas kerja guide.

                                                                                                                                                                                                                                guide6

Hari kedua, materi yang diberikan kepada peserta berturut-turut adalah Kepemanduan Wisata, Peran dan Tanggungjawab, Hubungan Pramuwisata dengan industry, Sumber-sumber Informasi, Persyaratan Pemanduan, Kode Etik Pemanduan. Pada materi Mengembangankan Keterampilan dan Pengetahuan dan Praktek Kuliner Tradisional dan Kepemanduan disampaikan oleh narasumber dari IEP, Mr. David dan Mrs. Eryl. Seluruh peserta diminta untuk membuat Guide Training Worksheet yang berisi penjelasan tentang tempat wisata maupun budaya. Setiap peserta juga diminya untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya dalam bahasa Inggris. Kemudian, narasumber dari IEP memberikan pertanyaan-pertanyaan lanjutan agar lembaran kerja setiap peserta tentang tempat wisata dan budaya lebih jelas disampaikan oleh turis khususnya turis mancanegara.

 

guide7Pelatihan hari kedua ditutup dengan Praktek Kuliner dan Pengetahuan, diisi dengan praktek memasak makanan tradisional misalnya Kasoami, Parende dan cara membuat cucur. Pada bagian ini pula, narasumber membagi informasi yang benar dan tepat bagaimana menyampaikan cara memasak Kasoami, Parende, dan Cucur dalam bahasa Inggris sehingga mudah dipahami oleh turis asing. Cooking Class ini dilakukan atas saran beberapa peserta Sail Indonesia 2015, bahwa item ini sangat menarik untuk diadakan; sehingga pihak Dinas Pariwisata menyambut dengan baik dan mengadakan pelatihan tersebut.

                                                                                                                                                                                                                               guide5

Hari ketiga merupakan hari terakhir pada Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu tersebut. Pada hari tersebut sesuai jadwal yang telah diberikan oleh panitia, bahwa akan diadakan Praktek Lapangan/Mengunjungi Tempat Wisata. Pada pukul 09.00 wita seluruh peserta dan panitia menuju ke Kecamatan Lasalimu Selatan untuk mengunjungi Goa Langalu. Sebuah spot wisata andalan Kabupaten Buton, yang memang memiliki keindahan yang luar biasa. Tujuan kedua setelah Goa Langalu adalah Pantai Kouguna yang juga berada di Kecamatan Lasalimu Selatan. Peserta juga, melihat Udang Merah yang jaraknya sekita 5 meter dari Pantai Kouguna. Tujuan ketiga, setelah dari Pantai Kouguna adalah Air Terjun Winning, di Kabungka.

 

Sekitar pukul 13.00 Wita, panitia dan seluruh peserta kembali ke Gedung Wakaaka untuk melanjutkan jadwal selanjutnya, Diskusi Hasil Praktek Lapangan dan Laporan. Pukul 17.00 Wita seluruh peserta telah menyelesaikan seluruh tugasnya dan diakhiri dengan Diskusi akhir.


Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 27 Desember 2015 22:21
 

Potensi Daerah

Potensi Pariwisata

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Perindustrian

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Kehutanan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Peternakan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Perkebunan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Perikanan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Pertambangan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Suara Warga

Admin Pusat Pelatihan Aparatur Negara
Salam Hangat Kami bermaksud untuk Mengadakan BIMTEKNAS. sebagai informasi bisa kunjungi web kami www.infoppan.com dan kami bermaksud untuk mengirimkan panflet di setiap kabupaten kota. terima kasih sebesar-besarnya Hormat kami PPAN
Kamis, 15 May 2014
samsul
tolong diperbaruhi situs ini tiap minggunya... bair ada berita terbaru yang membuat pembaca sering membukan situs ini...
Senin, 28 April 2014