Perekonomian PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 09 Januari 2012 09:11

Perdagangan

Geografi Kabupaten Buton yang terdiri dari wilayah daratan dan  kepulauan memiliki posisi strategis dan merupakan lahan yang cocok untuk perdagangan, salah satunya adalah perdagangan antar pulau yang berguna untuk saling memenuhi kebutuhan akan bahan-bahan penunjang bagi wilayah lain yang membutukannya. Karena ada kalanya suatu daerah memerlukan bahan yang ada didaerah lain atau ia hanya memiliki sedikit bahan-bahan yang dibutuhkan.

Perdagangan antar pulau yang dicakup pada bab ini adalah nilai perdagangan antar pulau yang meliputi hasil bumi dan laut berupa hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan hasil kehutanan yang dirinci menurut jenis barang pada masing-masing kelompok.

Volume perdagangan antar pulau dalam kurun waktu 2006-2008 mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2008, dimana pada tahun 2006 tercatat sebesar 2.681,140 ton, tahun 2007 meningkat menjadi 3.615,469 ton, kemudian pada tahun 2008 mengalami peningkatan kembali sebesar 17.829,31 ton. Seiring dengan volume perdagangan yang mengalami peningkatan, pada periode yang sama nilai perdagangan juga mengalami peningkatan, tahun 2006 tercatat sebesar 10.276.626 ribu rupiah, pada tahun 2007 sebesar 17.630.140 ribu rupiah, selanjutnya tahun 2008 kembali mencatat peningkatan sebesar 165.518.551 ribu rupiah.  

 Tabel dibawah ini  menyajikan sarana perekonomian yang terdiri dari 71 pasar umum, 14 pasar ikan dan 6 kelompok pertokoan.

 

alt

Pasar Sentral Sabo Kec. Pasarwajo

alt

Pasar Mawasangka


Tabel Jumlah Pasar dan Pertokoan Dirinci Menurut Jenisnya

Tiap Kecamatan

 

Kecamatan

Pasar Umum

Pasar Ikan

Pertokoan

Lasalimu

6

1

-

Lasalimu Selatan

6

1

-

Siontapina

4

-

-

Pasarwajo

9

4

2

Wabula

1

-

-

Wolowa

-

-

-

Sampolawa

2

1

-

Batu Atas

1

1

-

Lapandewa

1

-

-

Batauga

1

1

-

Siompu

3

1

-

Siompu Barat

-

-

-

Kadatua

1

1

-

Kapontori

7

-

-

G u

3

1

3

Sangia Wambulu

3

-

-

Lakudo

9

-

1

Mawasangka

10

2

-

Mawasangka Timur

2

-

-

Mawasangka Tengah

-

-

-

Talaga Raya

2

-

-

Jumlah

71

14

6


Keuangan Pemerintah Daerah

Kelancaran kegiatan pemerintahan dan pembangunan sangat bergantung kepada tersedianya biaya baik untuk administrasi maupun biaya lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton menyediakan biaya dari tiga sumber yaitu Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Pendapatan lainnya yang sah. Dimana pada tahun anggaran 2008 penerimaan daerah otonom sebesar Rp   444.322.553.000.  Dari jumlah tersebut dana Perimbangan memberikan sumbangan terbesar yaitu sebesar Rp 433.092.207.000,00 atau 97,47 persen dari total penerimaan. Sedangkan jumlah pengeluaran daerah otonom Kabupaten Buton Tahun anggaran 2008 adalah sebesar Rp 445.322.553.000 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar  Rp  246.745.843.000 dan belanja langsung sebesar Rp. 172.477.209.700.

 

Pendapatan Asli Daerah

Di era otonomi daerah, salah satu ukuran kemajuan pembangunan adalah semakin besarnya pendapatan asli daerah dari tahun ke tahun. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buton tahun 2008 sebesar 41.099.130.326,00 rupiah.  Untuk tahun 2008 penyumbang terbesar PAD Kabupaten Buton masih dihasilkan oleh bagi hasil pajak yaitu sebesar 18.008.887.383 rupiah atau 43,82%, disusul lain-lain pendapatan sebesar 8.886.840.675 rupiah, 21,62%, kemudian retribusi daerah sebesar 4.595.824.203 rupiah atau 11,18%, sedangkan yang terkecil sumbangannya adalah pajak pajak daerah yang hanya sebesar 1.469.721.830 rupiah atau 3,58%. 

 

Ada 3 perusahaan BUMD di Kabupaten Buton yaitu Bank Pembangunan Daerah (BPD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan PD Wolio. Dari ketiga BUMD tersebut, pada tahun 2008 terealisasi laba sebesar 2.461.980.306, atau terealiasi sebesar 196,44% dari target sebesar 1.253.318.000 rupiah.

 

Perpajakan

Salah satu sumber pendanaan pembangunan baik ditingkat pusat maupun daerah adalah pajak. Oleh karena itu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh pemerintah. Pajak di Kabupaten Buton terdiri dari pajak kendaraan bermotor pajak perusahaan dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

 

PRDB

Produk Domestik Regional Bruto merupakan salah satu cermin perkembangan ekonomi suatu daerah yang didefinisikan sebegai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun.  PRDB Kabupaten Buton berdasarkan harga pada tahun 2008 sebesar 1.517.256,29 juta.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Buton bersarkan harga konstan tahun 2008 sebesar 6,26 persen. Pertumbuhan tersebut dikontribusi masing-masing sektor pertanian tumbuh 4,10 persen, pertambangan  tumbuh sebesar 33,73 persen, sektor industri tumbuh 8,41 persen, Listrik dan air minum tumbuh sebesar 7,35 persen, Konstruksi tumbuh sebesar 6,18 persen, perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 7,08 persen.


 

alt

 

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Buton
Menurut Jenis Penerimaan T.A. 2008 (Jutaan Rupiah)

alt

 

alt

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Buton
Tahun Anggaran 2005 – 2008 (Jutaan Rupiah)

alt

 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Perdagangan

Geografi Kabupaten Buton yang terdiri dari wilayah daratan dan  kepulauan memiliki posisi strategis dan merupakan lahan yang cocok untuk perdagangan, salah satunya adalah perdagangan antar pulau yang berguna untuk saling memenuhi kebutuhan akan bahan-bahan penunjang bagi wilayah lain yang membutukannya. Karena ada kalanya suatu daerah memerlukan bahan yang ada didaerah lain atau ia hanya memiliki sedikit bahan-bahan yang dibutuhkan.

Perdagangan antar pulau yang dicakup pada bab ini adalah nilai perdagangan antar pulau yang meliputi hasil bumi dan laut berupa hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan hasil kehutanan yang dirinci menurut jenis barang pada masing-masing kelompok.

Volume perdagangan antar pulau dalam kurun waktu 2006-2008 mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2008, dimana pada tahun 2006 tercatat sebesar 2.681,140 ton, tahun 2007 meningkat menjadi 3.615,469 ton, kemudian pada tahun 2008 mengalami peningkatan kembali sebesar 17.829,31 ton. Seiring dengan volume perdagangan yang mengalami peningkatan, pada periode yang sama nilai perdagangan juga mengalami peningkatan, tahun 2006 tercatat sebesar 10.276.626 ribu rupiah, pada tahun 2007 sebesar 17.630.140 ribu rupiah, selanjutnya tahun 2008 kembali mencatat peningkatan sebesar 165.518.551 ribu rupiah.  

 

 

Tabel dibawah ini  menyajikan sarana perekonomian yang terdiri dari 71 pasar umum, 14 pasar ikan dan 6 kelompok pertokoan.

 

Jumlah Pasar dan Pertokoan Dirinci Menurut Jenisnya Tiap Kecamatan

 

Kecamatan

Pasar Umum

Pasar Ikan

Pertokoan

Lasalimu

6

1

-

Lasalimu Selatan

6

1

-

Siontapina

4

-

-

Pasarwajo

9

4

2

Wabula

1

-

-

Wolowa

-

-

-

Sampolawa

2

1

-

Batu Atas

1

1

-

Lapandewa

1

-

-

Batauga

1

1

-

Siompu

3

1

-

Siompu Barat

-

-

-

Kadatua

1

1

-

Kapontori

7

-

-

G u

3

1

3

Sangia Wambulu

3

-

-

Lakudo

9

-

1

Mawasangka

10

2

-

Mawasangka Timur

2

-

-

Mawasangka Tengah

-

-

-

Talaga Raya

2

-

-

Jumlah

71

14

6

 

 

 

 

Keuangan Pemerintah Daerah

Kelancaran kegiatan pemerintahan dan pembangunan sangat bergantung kepada tersedianya biaya baik untuk administrasi maupun biaya lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton menyediakan biaya dari tiga sumber yaitu Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Pendapatan lainnya yang sah. Dimana pada tahun anggaran 2008 penerimaan daerah otonom sebesar Rp   444.322.553.000.  Dari jumlah tersebut dana Perimbangan memberikan sumbangan terbesar yaitu sebesar Rp 433.092.207.000,00 atau 97,47 persen dari total penerimaan. Sedangkan jumlah pengeluaran daerah otonom Kabupaten Buton Tahun anggaran 2008 adalah sebesar Rp 445.322.553.000 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar  Rp  246.745.843.000 dan belanja langsung sebesar Rp. 172.477.209.700.

 

Pendapatan Asli Daerah

Di era otonomi daerah, salah satu ukuran kemajuan pembangunan adalah semakin besarnya pendapatan asli daerah dari tahun ke tahun. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buton tahun 2008 sebesar 41.099.130.326,00 rupiah.  Untuk tahun 2008 penyumbang terbesar PAD Kabupaten Buton masih dihasilkan oleh bagi hasil pajak yaitu sebesar 18.008.887.383 rupiah atau 43,82%, disusul lain-lain pendapatan sebesar 8.886.840.675 rupiah, 21,62%, kemudian retribusi daerah sebesar 4.595.824.203 rupiah atau 11,18%, sedangkan yang terkecil sumbangannya adalah pajak pajak daerah yang hanya sebesar 1.469.721.830 rupiah atau 3,58%. 

 

Ada 3 perusahaan BUMD di Kabupaten Buton yaitu Bank Pembangunan Daerah (BPD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan PD Wolio. Dari ketiga BUMD tersebut, pada tahun 2008 terealisasi laba sebesar 2.461.980.306, atau terealiasi sebesar 196,44% dari target sebesar 1.253.318.000 rupiah.

 

Perpajakan

Salah satu sumber pendanaan pembangunan baik ditingkat pusat maupun daerah adalah pajak. Oleh karena itu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh pemerintah. Pajak di Kabupaten Buton terdiri dari pajak kendaraan bermotor pajak perusahaan dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

 

PRDB

Produk Domestik Regional Bruto merupakan salah satu cermin perkembangan ekonomi suatu daerah yang didefinisikan sebegai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun.  PRDB Kabupaten Buton berdasarkan harga pada tahun 2008 sebesar 1.517.256,29 juta.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Buton bersarkan harga konstan tahun 2008 sebesar 6,26 persen. Pertumbuhan tersebut dikontribusi masing-masing sektor pertanian tumbuh 4,10 persen, pertambangan  tumbuh sebesar 33,73 persen, sektor industri tumbuh 8,41 persen, Listrik dan air minum tumbuh sebesar 7,35 persen, Konstruksi tumbuh sebesar 6,18 persen, perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 7,08 persen.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 09 Januari 2012 10:16
 

Potensi Daerah

Potensi Pariwisata

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Perindustrian

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Kehutanan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Peternakan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Perkebunan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Perikanan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Potensi Pertambangan

26 Des 2011 Potensi Daerah

Suara Warga

Admin Pusat Pelatihan Aparatur Negara
Salam Hangat Kami bermaksud untuk Mengadakan BIMTEKNAS. sebagai informasi bisa kunjungi web kami www.infoppan.com dan kami bermaksud untuk mengirimkan panflet di setiap kabupaten kota. terima kasih sebesar-besarnya Hormat kami PPAN
Kamis, 15 May 2014
samsul
tolong diperbaruhi situs ini tiap minggunya... bair ada berita terbaru yang membuat pembaca sering membukan situs ini...
Senin, 28 April 2014