Perubahan domain Email Butonkab — Dalam rangka peningkatan layanan email Pemerintah Kabupaten Buton, disampaikan bahwa alamat akses webmail resmi Pemerintah Kabupaten Buton telah berubah dari: ❌ webmail.butonkab.go.id menjadi: ✅ mail.butonkab.go.id Mulai saat ini, seluruh pengguna email Pemerintah Kabupaten Buton agar menggunakan alamat mail.butonkab.go.id untuk mengakses layanan webmail. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. • Perubahan domain Email Butonkab — Dalam rangka peningkatan layanan email Pemerintah Kabupaten Buton, disampaikan bahwa alamat akses webmail resmi Pemerintah Kabupaten Buton telah berubah dari: ❌ webmail.butonkab.go.id menjadi: ✅ mail.butonkab.go.id Mulai saat ini, seluruh pengguna email Pemerintah Kabupaten Buton agar menggunakan alamat mail.butonkab.go.id untuk mengakses layanan webmail. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Kondisi Geografis

Kabupaten Buton merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak di kawasan tenggara Pulau Sulawesi. Wilayah Kabupaten Buton memiliki karakter geografis yang beragam, terdiri atas kawasan pesisir, perbukitan, pegunungan, daratan, serta wilayah perairan yang memiliki potensi besar bagi pengembangan pertanian, perikanan, kelautan, pariwisata, dan berbagai sektor pembangunan lainnya.

Secara geografis, Kabupaten Buton berada di bagian selatan garis khatulistiwa, dengan wilayah yang membentang dari utara ke selatan dan dari barat ke timur. Kabupaten Buton beribu kota di Pasarwajo dan saat ini terdiri atas 7 kecamatan, yaitu Kecamatan Lasalimu, Lasalimu Selatan, Siotapina, Pasarwajo, Wolowa, Wabula, dan Kapontori.

Letak Geografis

Kabupaten Buton terletak di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, terutama di Pulau Buton. Secara geografis, wilayah Kabupaten Buton berada di bagian selatan garis khatulistiwa dan memiliki karakter wilayah kepulauan dengan kawasan daratan yang berhadapan langsung dengan wilayah perairan.

Posisi geografis tersebut menjadikan Kabupaten Buton memiliki hubungan yang erat dengan wilayah pesisir dan laut. Kondisi ini sekaligus memberikan peluang pengembangan berbagai aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, khususnya pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, perdagangan, dan pariwisata.

Secara umum, kondisi geografis Kabupaten Buton juga memberikan karakteristik tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Akses antarkecamatan dapat dilakukan melalui jaringan transportasi darat maupun melalui jalur laut, sesuai dengan kondisi dan lokasi masing-masing wilayah.

Batas Wilayah

Secara administratif, batas wilayah Kabupaten Buton terdiri atas:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Utara;

  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton Selatan;

  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wakatobi; dan

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Baubau.

Batas wilayah tersebut merupakan kondisi administratif Kabupaten Buton setelah terjadinya pemekaran wilayah. Informasi geografis pada situs resmi Pemerintah Kabupaten Buton mencantumkan Kabupaten Muna dan Buton Utara di sebelah utara, Kabupaten Buton Selatan di sebelah selatan, Kabupaten Wakatobi di sebelah timur, serta Kota Baubau di sebelah barat.

Luas Wilayah

Kabupaten Buton mengalami pemekaran wilayah pada tahun 2014 yang membentuk Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan. Setelah pemekaran tersebut, wilayah administrasi Kabupaten Buton terdiri atas 7 kecamatan.

Berdasarkan publikasi Kabupaten Buton Dalam Angka 2026 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton, luas wilayah daratan Kabupaten Buton tercatat sebesar 1.648,04 km². Publikasi tersebut merupakan sumber statistik tahunan resmi yang memuat data geografis, sosial, ekonomi, dan berbagai indikator pembangunan Kabupaten Buton.

Adapun luas wilayah menurut kecamatan berdasarkan data BPS yang digunakan dalam publikasi statistik Kabupaten Buton adalah:

No. Kecamatan Luas Wilayah (km²)
1 Kapontori 471,77
2 Lasalimu 319,65
3 Pasarwajo 300,97
4 Siotapina 248,81
5 Lasalimu Selatan 147,01
6 Wolowa 94,55
7 Wabula 65,27
Total Kabupaten Buton 1.648,04

Data tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Kapontori merupakan kecamatan dengan wilayah terluas, sedangkan Kecamatan Wabula merupakan kecamatan dengan wilayah terkecil.

Kondisi geografis yang didominasi wilayah pesisir dan perbukitan menjadikan setiap kecamatan memiliki karakter wilayah dan potensi sumber daya yang berbeda. Keragaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pengembangan potensi daerah.

Topografi dan Bentang Alam

Topografi Kabupaten Buton pada umumnya berupa permukaan tanah yang bergunung, bergelombang, dan berbukit-bukit. Di antara kawasan pegunungan dan perbukitan terdapat hamparan daratan yang memiliki potensi untuk pengembangan sektor pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya.

Sebagian kawasan pegunungan berada pada ketinggian sekitar 100–500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karakteristik topografi tersebut menyebabkan kondisi lahan Kabupaten Buton cukup beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga kawasan perbukitan dan pegunungan.

Keragaman bentang alam tersebut merupakan bagian penting dari karakter Kabupaten Buton. Kawasan daratan dapat dikembangkan untuk pertanian dan perkebunan, sementara wilayah pesisir dan perairan memiliki potensi untuk perikanan, kelautan, pariwisata bahari, serta kegiatan ekonomi berbasis pesisir.

Sungai dan Sumber Daya Air

Kabupaten Buton memiliki sejumlah sungai yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Keberadaan sungai menjadi salah satu sumber daya alam penting yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat dan kegiatan pembangunan.

Beberapa sungai yang terdapat di Kabupaten Buton antara lain:

  • Sungai Winto, di Kecamatan Pasarwajo;

  • Sungai Tondo, di Kecamatan Pasarwajo;

  • Sungai Malaoge, di Kecamatan Lasalimu Selatan;

  • Sungai Tokulo, di Kecamatan Lasalimu Selatan; dan

  • Sungai Wolowa, di wilayah Kecamatan Wolowa.

Sungai-sungai tersebut pada prinsipnya memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan air masyarakat, irigasi pertanian, serta pemanfaatan sumber daya air lainnya. Pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, pelayanan dasar, dan pembangunan wilayah.

Keadaan Iklim

Kabupaten Buton memiliki karakter iklim tropis yang dipengaruhi oleh kondisi geografis kepulauan, kedekatan dengan laut, pola angin musiman, serta karakteristik topografi wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan unsur-unsur iklim seperti curah hujan, suhu udara, kelembapan, dan pola musim dapat berbeda antarwilayah dan dari waktu ke waktu.

Sebagai bagian dari wilayah Sulawesi Tenggara, pola hujan di Kabupaten Buton memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh sistem monsun. Kondisi musim tidak selalu sama dengan wilayah Indonesia bagian barat, sehingga periode peningkatan maupun penurunan curah hujan dapat terjadi pada waktu yang berbeda. Kajian BMKG mengenai karakteristik hujan di Sulawesi Tenggara juga menunjukkan bahwa wilayah Buton termasuk wilayah yang memiliki dinamika curah hujan yang cukup tinggi pada periode tertentu.

Variasi kondisi iklim tersebut memiliki pengaruh terhadap aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, transportasi laut, serta pengelolaan sumber daya air. Oleh karena itu, informasi cuaca dan iklim menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan potensi wilayah Kabupaten Buton.

BMKG secara berkala menyediakan informasi prakiraan cuaca dan iklim untuk Kabupaten Buton, termasuk informasi menurut kecamatan, sehingga dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah.

Aksesibilitas Wilayah

Kondisi Kabupaten Buton yang berada di kawasan kepulauan menyebabkan akses antarwilayah memiliki karakteristik yang beragam. Dari ibu kota kabupaten di Pasarwajo menuju ibu kota kecamatan dapat ditempuh melalui jalur darat maupun jalur laut, tergantung kondisi geografis dan lokasi wilayah yang dituju.

Jaringan transportasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, pelayanan pemerintahan, serta pengembangan pusat-pusat ekonomi di setiap kecamatan.

Potensi Geografis Kabupaten Buton

Keragaman kondisi geografis Kabupaten Buton merupakan salah satu modal utama dalam pembangunan daerah. Kawasan daratan, pesisir, perbukitan, pegunungan, sungai, dan wilayah perairan memberikan berbagai peluang pengembangan sektor unggulan.

Potensi tersebut antara lain meliputi:

  1. Pertanian dan perkebunan, yang didukung oleh keberadaan lahan daratan dan kawasan perbukitan;

  2. Perikanan dan kelautan, yang didukung oleh posisi Kabupaten Buton sebagai wilayah kepulauan;

  3. Pariwisata, khususnya wisata bahari, pesisir, alam, dan budaya;

  4. Pengelolaan sumber daya air, melalui pemanfaatan sungai dan sumber air lainnya;

  5. Perdagangan dan jasa, yang berkembang seiring dengan konektivitas antarkecamatan dan antarwilayah; serta

  6. Pengembangan kawasan permukiman dan pusat pertumbuhan, dengan memperhatikan karakteristik topografi dan daya dukung lingkungan.

Dengan karakter geografis yang beragam dan posisi strategis di kawasan tenggara Sulawesi, Kabupaten Buton memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pengelolaan potensi tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian ruang, kelestarian lingkungan, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.

Data Singkat Kabupaten Buton

Indikator Keterangan
Provinsi Sulawesi Tenggara
Ibu Kota Kabupaten Pasarwajo
Pulau Utama Pulau Buton
Jumlah Kecamatan 7 Kecamatan
Luas Daratan 1.648,04 km²
Kecamatan Terluas Kapontori
Kecamatan Terkecil Wabula
Karakter Topografi Pegunungan, perbukitan, bergelombang, dan dataran
Karakter Iklim Tropis dengan pola hujan yang dipengaruhi kondisi geografis dan monsun
Akses Antarkecamatan Darat dan laut

Sumber data: Pemerintah Kabupaten Buton dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton, terutama Kabupaten Buton Dalam Angka 2026.