Predikat Evaluasi SAKIP Buton naik status menjadi B
  • Admin
  • 07 April 2022
  • 19 x

Satu lagi prestasi ditorehkan Pemerintah Kabupaten Buton. Kali ini Buton di bawah kepemimpinan, Drs. La Bakry, M.Si dan Iis Elianti mendapat ganjaran penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berupa predikat B pada Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2021. Penyerahan penghargaan diterima langsung Bupati Drs. La Bakry, M.Si dari Sekretaris Kemenpan-RB Republik Indonesia pada acara SAKIP & RB Award 2021 di Jakarta, Selasa pagi, 5 April 2022. 

Atas penghargaan ini, orang nomor satu di bumi penghasil aspal mengucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran mulai dari Wakil Bupati, Sekda dan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), termasuk kru Bappeda Buton sebagai operator. 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semuanya. Bu wakil, Pak Sekda dan seluruh OPD. Khususnya juga operator Bappeda. Ini menggambarkan kalau kinerja kita semakin baik,” ungkapnya haru. 

Ketua Bapera Sultra tersebut mengaku bangga dengan kinerja seluruh aparaturnya. Seluruh komponen birokrasi sudah memberikan yang terbaik. Ia pun berharap penghargaan ini bisa menjadi pemantik semangat agar evaluasi SAKIP maupun Reformasi Birokrasi ke depan bisa terus ditingkatkan. 

"Dengan capaian ini, saya berharap seluruh OPD terus meningkatkan kinerjanya. Ke depan masih terus dilakukan perbaikan. Sehingga harapan kita tahun depan peringkat B itu bisa naik lagi menjadi A, termasuk peringkat RB (Reformasi Birokrasi) agar ditingkatkan lagi," tutur Ketua Golkar Buton ini optimis. 

Sebagai informasi, penilaian tahun sebelumnya, SAKIP Kabupaten Buton diberi predikat CC. Naik status dari CC menjadi B perlu upaya konsisten. Penghargaan ini menjadi kado istimewa di penghujung kepemimpinan Bupati Drs. La Bakry, M.Si dan Wakil Bupati Iis Elianti. Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Ahmad Mulia, S.Pt., M.Si yang ikut mendampingi Bupati di Jakarta. 

“Alhamdulillah, setelah sekian tahun berusaha menaikan status dari CC ke B membutuhkan upaya yang konsisten. Penilaian ini dilakukan oleh Kementrian PAN dan RB untuk menilai Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah,” ungkap Kepala Bappeda Buton. 

Menurutnya, penilaian SAKIP ada tiga fokus utama yaitu lebih pada efisiensi dan efektivitas program, bagaimana anggaran yang dialokasikan itu benar-benar efektif untuk menyelesaikan prioritas pembangunan daerah, serta anggaran yang dialokasikan diterjemahkan pada tingkat bawah. 

"Sementara Reformasi Birokrasi, dititikberatkan pada inovasi yang terbagi atas tiga yakni inovasi pelayanan, inovasi pada integritas dan inovasi terhadap ASN," jelasnya. 

Sementara itu, saat membacakan Sambutan MENPANRB Tjahyo Kumolo, Sekretaris Menpan RB, Rini Widyantini mengapresiasi hasil evaluasi SAKIP dan RB pada tahun 2021 yang secara nasional menunjukkan tendensi hasil positif. 

"Apresiasi sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah konsisten melakukan berbagai perbaikan sehingga mendapat predikat RB dan SAKIP B, BB, A dan AA," ungkapnya. 

Dikatakannya, implementasi SAKIP merupakan bagian dari transformasi cara dan budaya kerja melalui penerapan manajemen kinerja sektor publik dan anggaran berbasis kinerja. 

"Seluruh instansi pemerintah dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan dan meningkatkan kinerja yang tepat sasaran dan berorientasi hasil. Kami mengajak seluruh jajaran instansi pemerintah terus bertransformasi menjadi birokrasi yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. 

Selain Buton, pemda lain di Sultra yang juga mendapat penghargaan SAKIP  secara langsung di Jakarta yaitu Kabupaten Buton Selatan.