
Bupati Buton Serahkan Bantuan Traktor Roda Empat kepada Kelompok Tani Labuandiri
Admin Diskominfo·14 Agustus 2026·21 views
Usai menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-129, Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa satu unit TR 4 atau traktor roda empat kepada kelompok tani Desa Labuandiri, Kecamatan Siotapina, Kamis 13 Agustus 2026.
Penyerahan Alsintan berlangsung di sela rangkaian akhir penutupan TMMD Ke-129, meskipun dilaksanakan di lokasi berbeda dihadiri Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto, Dandim 1413/Buton Letkol Inf Yoni, S.Hub., Int.,., Kapolres Buton AKBP Ali Rais Nraha, S.H., S.I.K., M.M.Tr., Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T., Anggota DPRD Dapil III Buton, Hanafi, Kepala OPD, penyuluh pertanian, Babinsa dan anggota Poktan.
Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian RI, hasil sinergi bersama Kementerian Pertanian, atas usulan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton melalui Dinas Pertanian yang difasilitasi anggota DPR RI Dapil Sultra H. Ali Mazi, SH.
"Ini bantuan sinergi antara dua pihak antara Pak Mentan dan Usulan kita ke DPR RI ke Pak Ali Mazi terutama karena beliau dari Dapil Sultra, kemarin kita sempat berjumpa dengan beliau, dan alhamdulillah berhasil mengomunikasikan permohonan petani-petani dari Buton kepada Pak Mentan dan akhirnya kita mendapatkan bantuan beberapa alsinta, salah satunya TR 4 ini," ungkap putra daerah Buton.
Lebih lanjut, politisi muda ini berharap bantuan yang diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan pertanian di Labuandiri, Kecamatan Siotapina.
"Saya harap ibu-ibu dan bapak-bapak tani bisa menggunakannya dengan baik dan bisa berkoordinasi terus dengan Kepala Badan Tani, dipakai secara bergiliran karena traktor 4 ini hanya 1, saya harap barangnya dijaga dengan baik ya Pak BPP juga pak Kadis, diparkir di BPP, begitu ada yang pinjam masuk ke rotasi peminjaman seperti itu," jelasnya.
Bupati Alvin juga berharap Menteri Pertanian dan anggota DPR RI H. Ali Mazi, SH bisa melihat bahwa pemberian bantuan traktir roda empat ini sangat berguna dan bermanfaat buat masyarakat Buton.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Ma'mul Jamal, SP mengatakan semua itu usulan dari kelompok tani tentang TR4. Usulan petani ditangkap oleh BPP dan Dinas Pertanian lalu diusulkan lewat aplikasi. Untuk tahun ini 1 bantuan TR4 yang terealisasi, beberapa waktu yang kemarin 2024 dan 2025 ada 2 unit. Yang 2026 ini, satu unit bantuan TR4. Ini upayanya dibantu dan difasilitasi oleh Pak Ali Mazi, anggota DPR RI Dapil Sultra.
"Usulan itu dalam 1 kelompok tani , nanti kita punya aturan brigade alsin (alat dan mesin). Sekalipun bantuan didapat satu kelompok tani, namun bantuan itu bisa digunakan oleh kelompok-kelompok lain dibawah bimbingan BPP (Balai Penyuluhan Pertanian). Tentunya Brigade Alsin ini ada sedikit jasanya, itu disepakati, tidak memberatkan juga, itu digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan sehingga alat itu bisa selalu bagus dan digunakan berkesinambungan," jelasnya.
Dikatakan Kadis Pertanian, TR 4 ( Traktor Roda Empat) sudah ada di beberapa BPP di wilayah Kabupaten Buton, ada di Lasalimu Selatan, Lasalimu dan Kapontori. Hari ini bantuan di BPP Siotapina. Kita mengharapkan di 7 BPP bisa mendapatkan bantuan semuanya. Jadi tahun ini kita usulkan 3 lagi TR 4 utk BPP lainnya.
Kemudian sekarang ini dalam menciptakan swasembada pangan, lanjut Kadistan, itu harus ditunjang sarana prasarana. Sarana prasarana yang diusulkan bukan hanya TR 4 tapi juga TR 2 (Traktor Roda 2).
"Di Kabupaten Buton selain sarana prasarana alat dan mesin pertanian, sebenarnya ada beberapa kegiatan yang ada dari bantuan kementerian-kementerian itu dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani, antara lain pengembangan embung, untuk mengatasi anomali iklim itu ada yang namanya embung, dam parit, ada juga 𝑙𝑜𝑛𝑔 𝑠𝑡𝑜𝑟𝑎𝑔𝑒, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, ada juga jaringan irigasi tersier. Tahun ini kita dapat, fokus di lahan persawahan lahan padi ini. Dalam mendukung ini kita dibantu oleh TNI. Untuk lahan jagung kita dibantu oleh Polri, ungkap Kadis Pertanian.
Selain itu, ada juga bantuan dari BWS (Balai Wilayah Sungai), tapi di lahan pertanian dikerjakan secara kontraktual. Contoh ada 5 unit jaringan irigasi tanah atau sumur bor yang sudah beroperasi di Wakuli, karena Wakuli lahan sawahnya ada, tp kekurangan air. Kita mengharapkan dengan adanya sumur bor bisa menanam sampai dua kali.