Perubahan domain Email Butonkab — Dalam rangka peningkatan layanan email Pemerintah Kabupaten Buton, disampaikan bahwa alamat akses webmail resmi Pemerintah Kabupaten Buton telah berubah dari: ❌ webmail.butonkab.go.id menjadi: ✅ mail.butonkab.go.id Mulai saat ini, seluruh pengguna email Pemerintah Kabupaten Buton agar menggunakan alamat mail.butonkab.go.id untuk mengakses layanan webmail. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. • Perubahan domain Email Butonkab — Dalam rangka peningkatan layanan email Pemerintah Kabupaten Buton, disampaikan bahwa alamat akses webmail resmi Pemerintah Kabupaten Buton telah berubah dari: ❌ webmail.butonkab.go.id menjadi: ✅ mail.butonkab.go.id Mulai saat ini, seluruh pengguna email Pemerintah Kabupaten Buton agar menggunakan alamat mail.butonkab.go.id untuk mengakses layanan webmail. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Redam Konflik, Pemda, Polri dan Tokoh Masyarakat Takimpo dan Kombeli "Duduk Bersama"
Beranda/Berita/Berita Pemerintah

Redam Konflik, Pemda, Polri dan Tokoh Masyarakat Takimpo dan Kombeli "Duduk Bersama"

Admin Diskominfo·22 September 2026·14 views

Menanggapi gangguan kamtibmas yang terjadi di Wilayah Takimpo dan Kombeli Kecamatan Pasarwajo, pihak Pemda Kabupaten Buton bekerja sama dengan Polres Buton menggelar mediasi awal penyelesaian konflik di Rujab Bupati Buton, Pasarwajo, Senin malam 21 September 2026.

Mediasi ini dihadiri Sekretaris Daerah, La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, SH., S.IK., M.M.Tr., Wakapolres dan jajaran PJU Polres Buton, aparat TNI, Kepala OPD terkait, Lurah Kombeli, Seklur Takimpo, dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat Takimpo dan Kombeli. Hal ini dilakukan untuk meredam konflik yang terjadi sehari sebelumnya yang melibatkan kedua kelompok pemuda di dua wilayah bertetangga tersebut yang berujung pelemparan dan pengrusakan beberapa rumah warga di wilayah perbatasan, termasuk Kantor Lurah.
Sekretaris Daerah, La Ode Syamsudin mengungkapkan pertemuan malam ini agar kita mengambil langkah-langkah mitigasi untuk menurunkan eskalasi konflik yang terjadi. Putera daerah Buton ini berharap pertemuan mediasi tersebut akan menghasilkan solusi terbaik untuk kedamaian kedua belah pihak. Masing-masing pihak diharapkan untuk menahan diri.
"Perlu diinfokan kepada anak-anak kita bahwa awalnya Takimpo dan Kombeli adalah satu desa yang kemudian mekar menjadi Desa Lapanda (Kombeli). Bahwa dulu juga pernah dibentuk sekolah rakyat yang kemudian namanya adalah LATAKO yang artinya Lapanda, Takimpo, Kombeli. Sengaja kami sampaikan sejarah tersebut, bahwa sebelum zaman itu, para senior kita, orang-orang tua kita sudah memberikan pelajaran yang baik, bahwa kita semua bersaudara," tuturnya.
Sekda mengusulkan nanti radius 100 meter agar dipastikan penerangan di kedua wilayah berfungsi dengan baik, termasuk pemasangan CCTV di tempat yang sering terjadi konflik. Lebih lanjut, mantan Kadis Kebudayaan KAbupaten Buton ini memberikan masukan agar ke depan dapat dipikirkan pada saat pelaksanaan pesta adat, kedua belah pihak bisa saling mengundang untuk mempererat rasa persaudaraan. Ia juga mengusulkan agar segera dilakukan ritual adat "Piago" untuk mendoakan kedamaian antara kedua wilayah yang berkonflik.
"Kita akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi/ sosialisasi bersama pada saat apel pagi dengan pihak Polres, TNI, dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mencegah konflik ke depannya," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, S.H., S.IK., M.M.Tr. yang menginisiasi pertemuan tersebut mengatakan pihaknya mengedepankan upaya persuasif/ kekeluargaan untuk penyelesaian konflik.
"Sesuai arahan pimpinan kami Bapak Kapolri, yang kita utamakan adalah penyelesaian konflik secara kekeluargaan. Penerapan hukum adat juga sangat kami dukung karena pendekatan kearifan lokal justru menurut kami dapat menjadi solusi yang tepat untuk penyelesaian konflik," pungkasnya.
Kapolres juga mengatakan ke depannya jika semua bersepakat akan dibuat Satkamling di perbatasan kedua wilayah antara Kombeli dan Takimpo sehingga akan tercipta suasana kamtibmas yang lebih kondusif.
"Pada satkamling nanti yang akan berjaga adalah gabungan aparat TNI/Polri dan masyarakat setempat dari kedua wilayah. Ini mirip dengan Program Pos Kamling namun ini skalanya lebih besar dan melibatkan aparat gabungan, bisa juga termasuk Satpol PP, jelas Kapolres.
Setelah rembuk, beberapa kesimpulan mediasi tersebut, yaitu :
1. Masing-masing pihak untuk menjadi duta damai sehingga konflik bisa diredam
2. Masing-masing tokoh adat agar melakukan ritual adat "Piago" untuk mendoakan kedamaian kedua wilayah.
3. Membentuk Pos Pam Bersama (Satkamling)
4. Memberikan edukasi atau pesan-pesan kamtibmas melalui sekolah-sekolah.